Minggu, 18 Juli 2010

Teknik Dasar Fotografi



* Teknik Memotret
” Dalam seni rupa, fotografi adalah proses pembuatan lukisan dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera”.

* Basic Action Techniques(pemotretan subyek bergerak)
Kecepatan Shutter
Aktifitas fotografi di dalam kamera ditunjukkan dengan kecepatan shutter tertinggi pada 1/1000 detik. Beberapa kamera bahkan memiliki kecepatan shutter lebih cepat, antara 1/2000, 1/4000, atau bahkan sampai 1/16000. Dimana perencanaan merupakan petunjuk yang relatif tentang kecepatan shutter yang mestinya dapat membekukan beberapa macam moving. Tetapi pada intinya yang mempengaruhi ketajaman antara lain focal length lensa dan jarak dari sasaran.

* Ukuran Film
Kecepatan shutter yang tinggi cukup membekukan gerakan, namun bila cahaya pada subyek sangat minim, satu solusi yang sering digunakan adalah menggunakan film berkecepatan tinggi.

Terkecuali dalam pencahayaan yang buruk, film berkecepatan tinggi sekalipun tidak cukup sensitif. Solusinya adalah pushing “film”. Caranya set tombol speed film kamera pada 1 atau 2 stop diatas tingkat ISO/ASA film yang digunakan. Kemudian ketika anda mengirim (memproses) film di laboratorium minta kepada petugas pemroses utuk menaikkan penambahan yang setaraf.

* Ukuran Lensa
Untuk pembuatan sebuah karya foto, fast lensa, lensa dengan celah lebar (diafragma) maximum merupakan nilai spesialnya. Karena fast lens mampu mengumpulkan cahaya lebih banyak daripada lensa regular (bukaan kecil), dimana fast lens akan menghasilkan gambar lebih terang dan jelas pada view finder sehingga mempermudah pemfokusan. Dan karena banyaknya celah cahaya yiang diterima celah bukaan fast lens memungkinkan pengaturan kecepatan shutter tepat pada cahaya minim. Hal ini mempermudah pemfokusan pada kondisi normal yang menginginkan untuk memburamkan gerakan dengan exposure yang lebih panjang.
Kenyataan ini benar terjadi ketika kita menggunakan lensa tele, yang banyak menimbulkan masalah dengan celah maximum yang lebih kecil dari lensa normal atau lensa sudut lebar

* Puncak Peristiwa
Untuk dapat pengaruh maksimum dalam sebuah gambar bergerak, perlu ditambahkan “sense of timing” (naluri) dalam melakukan pemotretan, dengan setiap gerakan subyek pada posisi tertentu. Moment olah raga misalnya, untuk mendapatkan puncak aslinya, sangat sulit dan jarang mendapatkan hasil yang menguntungkan. Jika mengabadikan serangkaian untuk mencapai suatu gambar yang terbaik, kita akan menemukan bahwa moment puncak seringkali jatuh antara beberapa frame dan tidak tertangkap. Dengan pola berjajar pada sebelumnya dan mengantisipasi apa yang terjadi sehingga kita dapat merencanakan kapan menekan shutter release pada saat moment puncak, idealnya usaha untuk mencoba kedua kalinya lebih mudah. Jadi pemilihan point puncak sering kali memberikan kesempatan bagus untuk penangkapan yang tajam agar gambar lebih baik.

* Pemilihan Titik Pandang (Angle)
Penempatan posisi kamera dapat membuat perbedaan gambar antara gambar tidak menarik/kesan luar biasa dari sudut pandang yang diambil di tengah-tengah (pada saat) action. Untuk mempermudah dalam menentukan titik pandang yang tepat, ada baiknya mempelajari terlebih dahulu pola kejadian/ permainan, dalam suatu subyek titik pandang dapat menampilkan ekspresi subyek saat beraksi. Naik turunnya angle kamera mampu memberikan sudut pandang yang kuat, sehingga seakan-akan berada disana.

* Pemfokusan Awal
Langkah tepat pada kegiatan fotografi, dalam membuat fokus subyek yang jelas pada stiap waktu bahkan yang tidak mungkin terjangkau menggunakan lensa tele, dikarenakan subyek selalu bergerak. Fokus awal merupakan teknik yang tidak mutlak, tentu dimana gerakan/action terbaik yang terjadi, maka fokuskan di titik itu dan tunggu sampai subyek mencapainya. Yang harus dilakukan pertama kali adalah kemampuan untuk mengantisipasi aktifitas sehingga dapat dipilih titik yang sesuai untuk fokusnya. Tidak sedikit kegiatan olahraga yang mengikuti aturan tetap dalam pengambilan gerak terbaik pemfokusan awal. Suatu saat sangat diperlukan perkiraan fokus tepat untuk titik udara pada pemotretan pesawat, lompatan udara, dll.

* Tone/ Color
Tone, Perpaduan warna (kandungan beberapa warna) yang terdapat pada sebuah foto konsep (still life).
Color, Pemilihan warna yang tepat untuk sebuah objek dan pelengkapnya.

* Artistic
Tata Artistik sangat diperlukan dalam mengkonsep sebuah foto still life, misalnya penempatan beberapa aksen-aksen pelengkap yang pada umumnya diposisikan sebagai backgorund maupun foreground.

0 komentar:

Posting Komentar